Butterfly

Tak ada cita-cita tertinggi selain menjadi manfaat bagi orang lain. Tak ada tempat tujuan terbaik selain menjadi tamu di Syurga-Nya.

dokterfina:

biasanya ga suka kucing, tapi kalo ini kucingnya fina kasih nama : bluecat :*

cute!!!

(Source: tiptopdingbat)

“Hai kamu. Biarkan takdir kita menjadi misteri. Agar perjalanan ini menjadi lebih menyenangkan, lebih menantang, lebih berpelajaran. ^^”

“Pikiran maupun wawasan harus tinggi sampai ke langit, namun hati harus tetap membumi. Jadi saat kita sudah mampu terbang tinggi, kita takkan melupakan bahwa dulu kita pernah rendah, dan akan ada saatnya kita harus kembali ke bawah. It’s how the gravitation works.”

—   Fitriyani Sy.

Jika mata bisa buta, telinga bisa tuli, maka qalbu akan selalu melihat, selalu mendengar, selalu merasa. Sebab di sanalah, akhirat seharusnya bersemayam. Dia tahu mengapa Dia harus ciptakan qalbu.

Ah, hati. :)

Anonymous said: Sukak banged sama tulisan dan pemikiran2 kakak.. Krn kakak ak semangat memperbaiki diri supaya jd wanita, istri, dan ibu yg baik. Tanya donk kak, drmn dan apa yg kakak pelajari supaya jd istri dan ibu yg baik?

Aw aw aw.. Terimakasih adik. 


Coba kalo bukan anonymous, kita bisa sharing banyak hal.
Tapi saya tetap mau jawab pertanyaan kamu. Hihi.

Belajar dari Ibu. Guru terdekat dan guru pertama. 
Dari beliau saya belajar, kadang kesederhanaan mampu melembutkan hati, mampu meluluhlantakkan kesombongan. Dari beliau saya pun belajar, bagaimana rendah hati akan mampu membuat kita melihat hidup dengan lebih indah, dan bersahabat. 

:)

amharalibas said: Hai salam kenal ya:) tulisanmu banyak menyadarkanku akan banyak hal. Terimakasih. Keep writing yaa^^

Hai, hai..
Terima kasih untuk pesan indah ini.

Sama-sama belajar jadi lebih baik yaa..
Salam kenal.

Fitri :)

abandoned-playgrounds:

Abandoned Hotel Rooms in Europe

Photos : Matthias Haker

(Source: log.abandonedplaygrounds.com)

isnidalimunthe:

Kkkkkk yang di lapangan sepakbolaaaa~

(Source: beben-eleben)

Banyak belajar yah Fit. :)

“Ketika perkara ikhlas dan sabar menjadi soal, mungkin karena dahi kita jarang sekali menyentuh tempat sujud. Dia tak minta banyak, hanya mau kita merendah, hanya mau kita tahu bahwa tanpa Dia, kita tiada. :’)”

—   Fitriyani Sy.