Butterfly

Tak ada cita-cita tertinggi selain menjadi manfaat bagi orang lain. Tak ada tempat tujuan terbaik selain menjadi tamu di Syurga-Nya.

Saya selalu suka dengan perumpamaan ini: Islam adalah ketika kau menemukan sebuah batu di tengah jalan, kau menyingkirkan batu itu karena khawatir ia akan mencelakakan pejalan kaki yang lain. Siapa pun pejalan kaki itu. Kemudian kau mencari seseorang untuk berdiskusi, membicarakan berbagai kemungkinan dan solusi terbaik agar batu itu bisa bermanfaat untuk orang lain.


Itulah Islam yang saya kenal.

—   Fahd Djibran

“Hidup tak boleh banyak mengeluh. Hidup tak boleh terlalu banyak menuntut. Yang sudah digariskan Tuhanmu, terimalah, tanpa harus dikeluhkan. Dia Maha Tahu yang terbaik. Semakin sering mengeluh, bisa merusak hati, dan bahayanya bisa merusak iman sebab kamu tanpa sadar mulai mempertanyakan keadilan Tuhan..”

—   Fitriyani Syahrir , note to self

“Sebab setiap yang pergi meninggalkan, selalu ada pelajaran sebagai peninggalan jejaknya. Tuhan takkan mengambil sesuatu dariMu, selain Dia gantikan dengan sesuatu/seseorang/kondisi yang lebih baik. Asal, yakin. :)”

—   Fitriyani Syahrir

“Kita kadang lupa, waktu mampu membuat banyak hal ikut berubah, salah satunya hati.”

—   Fitriyani Syahrir

Dunia Tak Perlu Tahu

Tak perlu dunia tahu bagaimana perasaanmu. Tak perlu dunia tahu bagaimana jatuh bangun hidupmu. Tak perlu dunia tahu bagaimana tertatihnya kamu jalani hidupmu. Tak perlu.

Tenang saja, diam akan menambah kepercayaan dirimu, diam akan menambah keyakinanmu pada cara Tuhan, diam akan membuatmu lebih terjaga.

Akan ada saatnya dunia tahu. Tapi nanti, saat semua sudah kau lewati, dan kau buktikan kau layak diberi tepuk tangan.

(Source: fitya275)

Mengapa Menulis?

Sebab aku tak pandai berkata. 

Aku bukan jenis manusia yang dengan mudah mengungkapkan apa yang tersimpan di hati lewat lidah. Aku bukan jenis wanita yang bisa mengutarakan serta merta apa yang mengganjal di sudut hati. Aku bukan seseorang yang jika terluka, langsung meronta-ronta, membabi buta memuntahkan segala jenis kata lewat kerongkongan.

Itu sebabnya aku menulis.

Meluahkan semua yang ada di hati lewat aksara. Sebab hanya tulisan yang tak melawanku ketika aku marah hingga sesak nafas. Sebab hanya tulisan yang tak membantahku ketika aku berpendapat mengikuti semua sakit hatiku. Sebab hanya tulisan yang tahu benar bahwa apa yang kutumpahkan adalah benar-benar apa yang ada di sini, di hati ini.

Dengan menulis, aku bebas. Aku tak perlu menjadi orang lain. Aku tak perlu menggunakan topeng cantik untuk menutupi wajahku yang buruk. Aku menjadi apa adanya aku. 

Namun akhirnya aku sadar, setiap tulisanku, suatu saat akan menjadi hartaku. Dari kumpulan tulisanku, aku mampu menilai diriku. Dulu aku begitu, apakah sekarang aku masih begitu?

Menulis mengajarkanku dewasa. 
Memilah mana yang harus kusimpan, mana yang harus kutuliskan, dan kemudian kubagi.

Menulis mengajarkanku bertanggungjawab. Atas kata yang kupilih, atas rasa yang kuikutsertakan, atas tergeraknya hati siapa pun yang membaca. 

Bahwa suatu saat, huruf-huruf ini akan kembali mendatangi diriku, memintaku untuk melihat lagi niat, jangan-jangan aku memaksakan setiap bait aksara demi satu-dua pujian di luar sana.

Aku tetaplah manusia biasa. Dan dengan liarnya nafsu manusia, semoga semesta tetap menegurku ketika langkah yang kuayunkan mulai bergeser dari garis yang seharusnya.

Regards,
Fitriyani Syahrir.

renirahmahidayani said: Assalamu'alaikum Mbak Fitriyani Syahrir... Perkenalkan saya Reni :) Buku nya Mbak yang tulis ya? Hehehe Postingannya saya suka, keep posting ya Mbak :) Salam, Reni Rahmahidayani

Waalaikumsalam Reni. 

Salam kenal juga yaa :)
Alhamdulillah iya, ketiga buku itu karya saya. 

Terima kasih untuk surat manismu. 
Saya makin bersemangat untuk terus menulis.. 

Salam peluk,
Fitri.

“Satu pelajaran hari ini, jangan jadi orang tua semata-mata karena punya anak. Jangan jadikan tugas mendidik anak sebagai resiko dari menikah.”

killermuffins89:

innocenttmaan:

Andres Amador is an artist who uses the beach as his canvas, racing against the tide to create these large scale temporary masterpieces using a rake or stick ..

Andres’ creations are simply stunning and knowing that these delicate creations are temporary somehow makes them even more beautiful.

wow

(via pursuitofbelonging)

Dan ketika Tuhan mengambil sesuatu darimu, maka tenang dan percayalah, bahwa yang Dia ambil akan Dia ganti dengan sesuatu/seseorang/kondisi yang selalu lebih baik. Yakinlah. 

Pemesanan buku-buku ini bisa dilakukan via sms ke 085397878774, atau BBM 7D74191B

Terima kasih :)